Senin, 28 Maret 2011

"Celoteh Seorang Berandalan"

Hari ini ku lihat negeri ku penuh sesak dengan nafas kebencian dan nafsu untuk saling memangsa.
Terasa perih luka di dada menyaksikan manusia - manusia yang seharusnya beradab dengan akal sehatnya
berubah satu persatu menjadi orang - orang yang hanya memikirkan nafsu dan amarah mereka sendiri.
Pertempuran manusia yang bangga akan dosa - dosa, buta akan indahnya suatu perbedaan dan indahnya kebersamaan.
Yang seharusnya itu semua bisa menjadikan kita lebih sadar akan nilai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Lihatlah darah hitam yang t'lah mengalir deras dari para pendahulu kita,
mereka perjuangkan hanya untuk menjadikan bumi ini lebih baik,
tetapi semuanya hancur seiring berkembangnya sistem kebodohan yang meracuni otak dan menyebabkan banyak manusia
yang tidak mengerti akan arti dari kita hidup bersama di bumi ini.
Kita menjadi ‘bodoh’ karena hal - hal kecil yang telah mencerai – beraikan kita.

Betapa indahnya jika kita bisa sejenak untuk tersenyum dan tertawa bersama untuk melupakan kebencian dan dendam yang ada.

Tak ada yang sempurna di dunia ini dan kita juga tidak akan pernah menjadi sempurna.
Tapi kesempurnaan itu bisa kita wujudkan bersama dengan kita bersatu,
karena kelemahan dan kekurangan dapat saling dilengkapi jika kita bersama dan bersatu.
kita bisa jalani hari ini, esok dan seterusnya dengan penuh makna !


              Ini hanyalah celotehan dari seorang berandalan (saya)